2017/09/17

Cinta

Sebenernya apa sih itu cinta? Dia bukan benda, makanan, atau ilmu. Cinta adalah suatu hal abstrak yang membuat bahagia, sedih, bahkan terharu bagi orang yang merasakannya. Tergantung dari sudut mana cinta itu dirasakan. Tapi seenggaknya cinta menambah rasa nano-nano di kehidupan.

Itu menurutku hehe.

Bagi orang lain, cinta dapat diartikan bermacam-macam:
"Cinta merupakan perasaan spesial ketika kita mulai berpikir dan berkhayal tentang seseorang."
"Cinta adalah takdir, bukan sesuatu yang harus dipikirkan."
"Cinta itu percaya bahwa suatu saat akan terbalas."
"Cinta itu hanya memberi tak harap kembali."
"Cinta itu tidak terdefinisi."
... dsb.

Intinya, cinta adalah suatu hal abstrak yang dapat membawa berbagai makna. Cinta bisa membawa kebahagiaan atau malah kesedihan. Semua orang pasti pernah merasakan cinta. Entah itu cinta kepada orang tua, saudara, ataupun lawan jenis. Tapi bagaimana dengan jatuh cinta? Yang notabene selalu dikaitkan dengan sebuah perasaan yang melibatkan lawan jenis. Semua orang pasti pernah jatuh cinta. Entah itu dirasakan atau hanya menjadi perasaan yang terabai. Banyak orang yang dia merasakan jatuh cinta, tapi dia menolak untuk mengabaikannya. Entah karena ribet, terlalu complicated, atau belum saatnya.

Dengan adanya sebuah perasaan jatuh cinta, orang tersebut mempunyai dua pilihan. Menyatakannya atau tidak. Stereotip masyarakat menyatakan bahwa, laki-laki lah yang 'sebaiknya' menyatakan perasaannya. Dari sanalah muncul sebuah pertanyaan, apakah laki-laki mudah menyatakan perasaannya? Dan kira-kira apa alasan laki-laki susah menyatakan perasaannya? Dari pertanyaan tersebut, kebanyakan perempuan menjawab bahwa laki-laki gengsi dalam menyatakan perasaannya. Sedangkan sebagian besar laki-laki menjawab karena takut ditolak atau takut si perempuan menjauh setelah itu. Namun, terlepas dari jawaban laki-laki-susah-menyatakan-perasaannya, banyak juga perempuan yang menjawab, perempuan jauh lebih susah menyatakan perasaannya. Mungkin hal ini dikarenakan adanya stereotip yang telah disebutkan, bahwa laki-laki lah yang seharusnya menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Sehingga kebanyakan perempuan merasa tidak punya 'kesempatan' untuk menyatakan perasaannya terlebih dahulu karena takut dianggap aneh, dll.

Inti dari semua ini adalah, cinta merupakan hal abstrak yang dirasakan oleh hampir semua orang. Dan rasanya pun tergantung dari orang itu bagaimana menyikapinya atau memandangnya. Mengendalikannya pun tergantung pun juga tergantung orang itu. Apakah butuh disampaikan atau tidak. Semua bergantung pada perspektif masing-masing, karena cinta adalah sesuatu yang abstrak dan sangat dinamis.

2017/09/10

Etika

Sebagai manusia terpelajar, alangkah baiknya kita bermoral dan beretika. Tapi, sebenernya apa sih bedanya dua kata itu. Kalo dulu kalian termasuk orang-orang yang sering baca buku bergambar di perpus SD atau kalo nggak mamah kalian suka beliin buku bergambar buat adik kalian yang masih kecil, biasanya di halaman terakhir buku bergambar itu ada tulisan "pesan moral". Sedangkan etika, biasanya muncul di kalimat-kalimat bioetik, kode etik kedokteran, dsb. 

mo.ral

  1. n (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila: -- mereka sudah bejat, mereka hanya minum-minum dan mabuk-mabuk, bermain judi, dan bermain perempuan
  2. n kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan: tentara kita memiliki -- dan daya tempur yang tinggi
  3. n ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita

eti.ka /├Ętika/

  • n ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)

Jadi, jika disimpulkan moral adalah landasan baik buruk seseorang dalam melakukan perbuatan. Sedangkan etika adalah cara pengaplikasian dari moral yang telah ditanamkan, dapat berupa sesuatu yang baik ataupun yang buruk tergantung bagaimana kita memandang suatu nilai moral tertentu. Contoh kecilnya adalah, moral yang ditanamkan adalah mencuri itu suatu perbuatan yang jahat. Sedangkan etika yang ada adalah bagaimana jika pada suatu kondisi tertentu di mana jika kamu tidak mencuri maka kamu akan mati. Bagaimana pilihan yang harus diambil. Kurang lebih seperti itu.

Satu contoh lain adalah mencontek. Di mana, nilai moral yang kita tahu bahwa mencontek adalah perbuatan yang buruk. 3 dari 24 responden yang diambil secara acak yang memiliki rentang umur 18-21 tahun menjawab bahwa mencontek merupakan perbuatan yang tidak benar. Namun, dari 24 responden tersebut menjawab bahwa 6 orang yang tidak pernah mencontek. Kebanyakan dari mereka yang pernah mencontek, alasan kenapa mereka mencontek adalah kepepet, dekat deadline, dsb.

Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan, seseorang pada umumnya paham tentang baik dan buruknya moral. Namun, dalam pengaplikasiannya selalu terdapat faktor kondisi yang membuat sikap berbeda dengan moral yang telah diiyakan. 

2017/09/01

Kilometer Terakhir


"Melesat di jalan, kilometer terakheeerr"

Dari puluhan kata yang dinyanyikan cuma lima kata itu saja yang bisa aku tangkap di telinga. Tanpa lihat lirik pastinya. Sebagai orang dengan aliran musik pop, country, akustik, dsb., dari 365 hari dalam satu tahun mungkin cuma 2-3 kali aku bakal mau dengerin musik rock dengan keinginan aku sendiri. Sisanya? Terpaksa.

Entah kenapa kalau aku dengerin musik rock dengan volume yang cukup tinggi dan cukup lama, misalnya di konser, belum tiga menit langsung pusing dan minta buat keluar. Ya mungkin karena nada lagunya yang tinggi dan memekakkan telinga sih. Dan itu sama halnya terjadi kalau aku lagi dengerin dangdut atau dangdut koplo di mobilnya ayah.

Secara umum, menurutku musik dengan aliran rock selalu punya hawa tersendiri baik macam-macam nadanya atau makna dari liriknya. Dari nada-nadanya sendiri, musik rock selalu menggunakan nada dengan frekuensi tinggi dan selalu ada dentuman keras di setiap tabuhan drumnya. Mungkin bagi orang menyukainya, musik rock akan membawa semangat tersendiri dengan mendengarnya. Jika dilihat dari makna liriknya pun biasanya beraura bebas dan penuh tantangan. 

Coba kita ambil salah satu lagu dari band rock/metal Seringai yang berjudul Kilometer Terakhir. Lagunya bisa didengerin lewat video di atas dan buat yang nggak bisa menangkap kalimat-kalimatnya, ini liriknya.

"Melompat ke sadel, dan kuhantam sang selah.
Melawan arah, ku tantang maut, indah.
Terasa lepas. Melesat di jalan, kilometer terakhir.
Ya, ku hampir tiba, kilometer terakhir.

Kubakar bensin, mesin ini meradang.
Pacu motor, kutuju matahari. Tancap!
Melesat di jalan, ya, ku hampir tiba.
Angin menerpaku, serigala lepas.
Roda berputar, kilometer terakhir.
Hampir esok, seperti kemarin.
Kilometer terakhir."

Dari hasil membaca lirik sambil dengerin lagunya, menurutku lagu ini mengisahkan seseorang yang sedang berjuang sampai titik akhir penghabisan. Frasa kilometer terakhir mengibaratkan sebuah tujuan akhir. Seperti halnya ketika kita berkendara, kilometer terakhir merupakan ujung dari sebuah perjalanan dan merupakan titik untuk berhenti. Semangat yang terus menerus juga disiratkan dengan kata-kata melompat, menghantam, melawan arah, dsb. Ya intinya orang ini sedang berjuang dengan menggunakan segala cara yang ada hingga titik penghabisan.

Menurutku bagus maknanya, tapi kalau aku disuruh untuk mendengarkan langsung tanpa melihat lirik mungkin aku langsung berpikir "ini lagu apaan, nggak jelas". Setiap orang memang punya cara masing-masing buat menyampaikan apa yang dirasakan. Lewat lagu salah satunya. Namun, lagupun ternyata bermacam-macam alirannya. Ada yang dengan menggunakan aliran rock, ada juga yang pop. Semua bergantung masing-masing karena setiap orang punya selera yang berbeda.
Imaginary Cat © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.