2017/08/05

Satu Bulan

"Karena setiap pulang ke rumah pada dasarnya kembali beristirahat dan mulai berkontemplasi diri mengenai segala macam bentuk kegiatan di luar rumah."

Sebulan sejujurnya belum terlalu cukup buatku menghilangkan home-sick berbulan-bulan. Tapi apa daya, sebagai anak rantau yang kalo udah di rumah malah kangen ngampus dan kalo ngampus kangen rumah. Karma. Aku memutuskan liburan kali ini emang memperbanyak waktu di rumah dan ketemu ayah sama ibu. Mengcancel keinginan KKN dan memilih buat jadi panitia osjur di kampus. "Berbakti sama orang tua dululah, sebelum besok-besok nggak bisa." pikirku. Tapi ternyata jadi panitia osjur juga menyita waktu di rumah sih. Seenggaknya bisa ramadhan penuh di rumah tanpa ada kegiatan bukber-bukber ke sana ke sini. Percaya nggak? Ini pertama kalinya puasa dengan satu kali bukber sama temen. Yang lain full bareng keluarga. Bahagia :')

Maaf oot ._.

Selama sebulan kemarin, banyak hal yang mulai aku pikirkan ulang tentang menjadi perempuan, menjadi anak, dan menjadi mahasiswa.

Menjadi perempuan yang seharusnya menjaga harga dirinya, menjadi sosok calon ibu, dan pengelola segala hal setiap bulan. Menjadi anak yang patuh kepada orang tua, mengerti keadaan orang tua, dan selalu membanggakan. Menjadi mahasiswa yang seimbang antara belajar dan organisasinya, nggak banyak main, dan nggak banyak menghabiskan uang.

Selain itu, menjadi dila yang tidak terfokus pada dirinya sendiri, memahami orang lain, selalu termotivasi, tidak mudah mengeluh, dan selalu tersenyum.

Manusia bukan malaikat, tapi alangkah baiknya jika kita terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik setiap tahun walau hanya 0,1% -- yaaa, bagusnya sih lebih dari 0,1% wkwk.

Ya intinya, ayah sama ibu selalu menginspirasi ketika aku di rumah. Banyak wejangan yang dikasih tentang apa arti sebuah kehidupan. Karena kehidupan itu pada akhirnya akan mati dan tinggalah bagaimana bekal kita buat ke kematian itu. "Jangan terfokus dalam segala hal yang berkaitan dengan dunia. Kalo bisa segala hal yang kamu lakukan harusnya bisa bermanfaat dan bisa bernilai ibadah. Tentunya juga dengan niat." Hal-hal sepele semacam itu kadang masih terlupa buatku. Apa arti hidup kalo aku ngelakuin segala hal di dunia ini sangat duniawi.

Aku berusaha mencoba, beberapa kali gagal tapi yang benar harus selalu dicoba kan?

No comments:

Post a Comment

Imaginary Cat © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.